Sabtu, 07 Mei 2011

Memahami dan mengatasi Penyalahgunaan Narkoba pada remaja 4

D. Dampak penyalahgunaan Narkoba
Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:
1. coba-coba
2. senang-senang
3. menggunakan pada saat atau keadaan tertentu
4. penyalahgunaan
5. ketergantungan
Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.

a. Dampak Fisik:
1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

b. Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

c. Dampak Sosial:
1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

E. Mengatasi penyalahgunaan narkoba
Sangat sulit untuk menangani ketergantungan narkoba dalam waktu singkat, jadi di perlukan penangan secar bersama- sama dalam sebuah tim yang terdiri dari medis( dokter/psikiater), psikolog, pemuka agama, pekerja social, perawat maupun anggota keluarga. Jadi dengan ini akan terjadi pemulihan dan kesembuhan yang maksimal.
1. Pengobatan Narkoba
- Pengobatan adiksi : biasanya orang – orang yang ketergantungan biasanya selalu merasa “ kehausan atau kelaparan” terhadap obat- obatan dan individu tak mampu menghentikan secar total. Jadi untuk menghilangkan racun dalam tubuh dengan detoksifikasi, detoxsifikasi adalah upaya untuk menatralisir seluruh racun dalam darah individu dengan cara meminum obat – obaran tertentu sampai keadaan netral.
- Pengobatan infeksi : ketergantungan narkoba dapat mengakibatkan infeksi dalam tubuh dan perlu pengobatan dokter, sambil individu mengikuti program – program rehabilitasi. Karena dalam rehabilitasi bertujuan untuk memperdayakan eks pecandu untuk memeiliki modal pengertian dan pemahaman diri sehingga dapat merasa siap mental –rohani untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan social.
2. Pencegahan penyalahgunaan narkoba
- Membangun kehidupan rohani. Salah satu cara paling efektif ialah memperkuat iman, individu sesuai dengan agama atau kepercayaan yang di anut di harapkan sungguh – sungguh menjalankan ajaran – ajaran dan perintah agama dengan baik. Jadi orang tua harus menjadi contoh terbaik juga sehingga anak- anaknya tidak terpengaruh dan menyalahgunakan narkoba.
- Program pelatihan keterampilan Psikososial. Dimana para pengerja social, dokter dan psikolog mengajar dan melatih keterampilan psikolog kepada para remaja agar dapat menanggulangi atau mencegah penyalahgunaan narkoba. diantaranya dengan :
• Pelatihan Asertivis : yaitu sikap untuk menyatakan sesuatu yang dipikirkan, dirasakan dan dialami diri sendiri apa adanyatanpa membuat orang lain merasa di khianati.
• Memberi bekal pengetahuan Narkoba dan akibatnya.

Tidak ada komentar: